Tersenyumlah tuk setiap langkah hidup yang kau jalani
makna yang terselip dalam setiap rahasia-Nya akan membawa manusia kepada setiap cinta-Nya
adalah hati kunci keikhlasannya
teruslah berjuang di jalan-Nya
gapai segala ridho-Nya
ialah takwa sebagai muara pembuka jalan kasih-Nya
Tersenyumlah karena cintamu pada-Nya
pungutlah kepingan hikmah dan anugerah
walau berserakan
jadikan senyummu
mutiara hati dan jiwamu...
*ditulis bersama adikku tercinta,RA.WULAN.
Terima kasih atas do'a dan dukungannya selama ini.
Selasa, 11 November 2008
Minggu, 09 November 2008
Catatan Sebuah Kematian
Lembah nirbaya...
Engkau saksi sejati
muara akhir hidup hamba ilahi
setelah penantian delapan hari
disinilah tempat berpulang
minggu dini hari yang tegang
tiga kawan berwajah menantang
senapan - senapan yang tengah di kokang
eksekusi menjanjikan mati
ujung hayat terjalani kini
mata - mata mana yang membulir basah?
wajah - wajah siapa tertawa bahagia?
nafas - nafas mana mendesah lega?
sudahkah terbayar semua duka?
Engkau saksi sejati
muara akhir hidup hamba ilahi
setelah penantian delapan hari
disinilah tempat berpulang
minggu dini hari yang tegang
tiga kawan berwajah menantang
senapan - senapan yang tengah di kokang
eksekusi menjanjikan mati
ujung hayat terjalani kini
mata - mata mana yang membulir basah?
wajah - wajah siapa tertawa bahagia?
nafas - nafas mana mendesah lega?
sudahkah terbayar semua duka?
Sabtu, 08 November 2008
MONOLOG SANG PEMIMPI
Aku adalah pemimpi
yang bertanya pada batu
Akulah pemimpi
yang berlari mengejar awan
Akulah sang pemimpi
mengais harap di antara
tetes - tetes gerimis senja
hingga akhirnya
terjebak di birunya rindu
dalam sketsa cakrawala semu
Aku bertanya pada diriku
mengapa harus bertanya pada batu
jika ia terus membisu
mengapa harus mengejar awan
jika ia terus berlari
Inilah aku si pemimpi
aku bukanlah batu
yang membisu bila kau tanya
aku bukanlah awan
yang berlari bila kau kejar
Jika untaian kata
tak pernah mampu mengurai isi hati
apakah aku memang hanya seorang pemimpi?
*di tulis bersama Joey Adipa
Setiap orang pasti punya mimpi,cita - cita dan harapan.
Akan tetapi, bukan sekedar mimpi yang berwujud angan - angan belaka tentunya.
Seperti syair lagu yang di bawakan NIDJI bahwa "mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia."Segala sesuatu berawal dari mimpi.
Seseorang boleh bermimpi menjadi apapun yang ia inginkan selama cita - cita
dan harapannya itu baik dan bisa menjadi motivator baginya untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Ibnu Qayyim berkata:"harapan mendorong orang untuk bersemangat dan memompa
untuk berani berkorban demi mendapatkan pahala yang ia cita - citakan."
Berkhayal tanpa usaha adalah sikap yang menunjukkan kelemahan, sedangkan teliti
dalam menentukan harapan yang disertai dengan usaha dan kerja keras dapat menuju kesuksesan.Rasul bersabda:"Orang cerdik itu adalah orang yang mengekang nafsunya dan beramal untuk bekal setelah matinya dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti
nafsu syahwatnya dan berandai - andai kepada Allah dengan berbagai khayalan."
(HR.Ahmad dan At-tirmidzi).
Semakin tinggi cita - cita, semakin besar pula pengorbanannya.Kita harus
berjiwa besar dan bersungguh - sungguh dalam meraihnya seperti yang di ajarkan Rasulullah Muhammad dalam sabdanya: " Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah kepada Allah, janganlah kamu merasa lemah."
(HR.Muslim).
yang bertanya pada batu
Akulah pemimpi
yang berlari mengejar awan
Akulah sang pemimpi
mengais harap di antara
tetes - tetes gerimis senja
hingga akhirnya
terjebak di birunya rindu
dalam sketsa cakrawala semu
Aku bertanya pada diriku
mengapa harus bertanya pada batu
jika ia terus membisu
mengapa harus mengejar awan
jika ia terus berlari
Inilah aku si pemimpi
aku bukanlah batu
yang membisu bila kau tanya
aku bukanlah awan
yang berlari bila kau kejar
Jika untaian kata
tak pernah mampu mengurai isi hati
apakah aku memang hanya seorang pemimpi?
*di tulis bersama Joey Adipa
Setiap orang pasti punya mimpi,cita - cita dan harapan.
Akan tetapi, bukan sekedar mimpi yang berwujud angan - angan belaka tentunya.
Seperti syair lagu yang di bawakan NIDJI bahwa "mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia."Segala sesuatu berawal dari mimpi.
Seseorang boleh bermimpi menjadi apapun yang ia inginkan selama cita - cita
dan harapannya itu baik dan bisa menjadi motivator baginya untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Ibnu Qayyim berkata:"harapan mendorong orang untuk bersemangat dan memompa
untuk berani berkorban demi mendapatkan pahala yang ia cita - citakan."
Berkhayal tanpa usaha adalah sikap yang menunjukkan kelemahan, sedangkan teliti
dalam menentukan harapan yang disertai dengan usaha dan kerja keras dapat menuju kesuksesan.Rasul bersabda:"Orang cerdik itu adalah orang yang mengekang nafsunya dan beramal untuk bekal setelah matinya dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti
nafsu syahwatnya dan berandai - andai kepada Allah dengan berbagai khayalan."
(HR.Ahmad dan At-tirmidzi).
Semakin tinggi cita - cita, semakin besar pula pengorbanannya.Kita harus
berjiwa besar dan bersungguh - sungguh dalam meraihnya seperti yang di ajarkan Rasulullah Muhammad dalam sabdanya: " Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah kepada Allah, janganlah kamu merasa lemah."
(HR.Muslim).
Sabtu, 25 Oktober 2008
Merindu Wajah-Mu
Ketika ku sendiri kadang kurasa tak bermakna
Ketika ku hilang, ku merasa tak punya siapa-siapa
Aku sepi, di penjara selaput berkabut jingga
Bercermin pada wajah telaga
Hanya ada aku saja...
Tatapanku terasa jauh
Ku telusuri luasnya cakrawala
Ku pandangi setiap sudut bumi
Lalu ku tatap birunya langit
Hanyalah desahan nafas ku rasakan
Detak jantung yang masih membawaku
Ke dalam dekapan hangatnya
Aliran darah yang mengalir di tubuhku
Di biarkan oleh waktu
Hasil jerih payah pikiranku
Risauku melamunkan ujung hayat
Dasaran jiwaku urung menepikan penat
Dimana puncak rasa itu?
Tempat jiwa ini melabuh untuk berteduh
Kenikmatan itu kutunggu
Akankah dapat ku menatap Wajah-Mu?
*ditulis bersama puisi karya RA.Wulan
Ketika ku hilang, ku merasa tak punya siapa-siapa
Aku sepi, di penjara selaput berkabut jingga
Bercermin pada wajah telaga
Hanya ada aku saja...
Tatapanku terasa jauh
Ku telusuri luasnya cakrawala
Ku pandangi setiap sudut bumi
Lalu ku tatap birunya langit
Hanyalah desahan nafas ku rasakan
Detak jantung yang masih membawaku
Ke dalam dekapan hangatnya
Aliran darah yang mengalir di tubuhku
Di biarkan oleh waktu
Hasil jerih payah pikiranku
Risauku melamunkan ujung hayat
Dasaran jiwaku urung menepikan penat
Dimana puncak rasa itu?
Tempat jiwa ini melabuh untuk berteduh
Kenikmatan itu kutunggu
Akankah dapat ku menatap Wajah-Mu?
*ditulis bersama puisi karya RA.Wulan
Rabu, 15 Oktober 2008
KAMI MISKIN

Kami miskin!
Untuk itu kami disini
mengantri...
Mohon mengertilah kami..
Harga-harga melambung tinggi
apa-apa tak terbeli
anak-anak kami kurang gizi
Kami resah!
Haruskah mereka putus sekolah?
Kami miskin,tahu!
Untuk empat ratus ribu
kami disini bersatu..
Note:Sebuah potret buram yang menggambarkan wajah-wajah muram.
Jumat 11 Oktober lalu,sejumlah warga Karawang barat memadati kantor pos di alun-alun kota untuk mengantri pembagian dana BLT.
Dalam antrean yang berdesakan ini terdapat anak-anak yang terjepit diantara kerumunan orang-orang dewasa,mereka kemudian terpaksa di evakuasi.Hari kedua,pembagian dana BLT masih di tempat yang sama juga ricuh.Seorang manula pingsan diantara kerumunan massa yang tengah mengantri.
Jika kita cermati,mengapa setiap ada pembagian dana sosial seperti ini,kerumunan massa begitu membludak?
Kita tentu belum lupa,15 September lalu,21 orang warga Pasuruan tewas ketika berdesakan saat pembagian zakat.
Betapa banyak sekali saudara-saudara kita yang tidak mampu.
Ironis,beberapa hari menjelang idul fitri justru mal-mal juga padat pengunjung.Sama mengantri,tapi bukan untuk pembagian dana,sebaliknya untuk mengucurkan dana belanja keperluan hari raya.Pemandangan seperti ini membuat saya berpikir,ternyata banyak juga saudara-saudara kita yang kaya dan menghambur-hamburkan harta.Di sudut lain ada yang meronta karena papa,di sisi lain ada juga yang tertawa bahagia,berfoya-foya.
Inilah realita hidup kawan,adakah diantara kita yang masih mempertanyakan dimana letak keadilan?
Jumat, 10 Oktober 2008
Perempuan Di ujung Malam
Perempuan di ujung malam...
Lirih senandungnya mengisyaratkan kepedihan yang tertahan,tak mengira ia harapannya jatuh hampa diantara dua pelupuk matanya yang menganak sungai..
Perempuan di ujung malam...
Sudut-sudut pilu batinnya bergumam perlahan seperti nyanyian hujan bulan Oktober..
Kekuatannya hanya tinggal do'a yang terangkat dengan kedua tangannya
do'a yang memantul cemerlang kepada Penguasa langit itu
langit yang sama dengan yang kau lihat malam ini..
Langit yang tengah mengucurkan air hujan bersamaan dengan bait-bait do'a dengan irama mengiba
do'a perempuan yang di tinggalkan
ia terisak di ujung malam..
Note:Perempuan memang identik dengan air mata.Tidak sedikit perempuan yang karena kelemahan fisiknya,terjerembab dalam alur hidup yang dramatis dan terpuruk dalam kepahitan.
Secara fisik,barangkali benar perempuan lebih lemah dari laki-laki.Akan tetapi belum tentu secara pemikiran dan mental demikian.Banyak contoh perempuan yang sukses membangun hidupnya dan bangkit dari keterpurukan.Kisah bunda khadijah yang sukses sebagai pengusaha sekaligus istri rasululullah adalah salah satu teladan utama perempuan muslimah.Apalagi di zaman sekarang ini,banyak perempuan yang berhasil dalam karirnya walaupun mereka tetap harus mengurus rumah tangga.Untukmu perempuan,di balik segala kekurangan dan kelemahan yang kau punya,jangan bersedih,karena Allah tidak membeda-bedakan hamba-Nya.Di balik kelemahanmu,pasti tersimpan potensi yang luar biasa jika kau pandai menggalinya.Jika kau bersedih karena suatu hal,serahkan segala urusanmu pada Allah.Insya Allah,jika kau bersabar kelak akan mendapat kebaikan.Ingatlah,Allah tidak akan melalaikan hamba-Nya yang taat dan mengabdi pada-Nya.
Semoga mendapat pencerahan.:-)
Sabtu, 04 Oktober 2008
KAU,TUHANKU
KAU..
Engkau yang menghitamkan langit malam itu hingga si kejora pun beringsut sembunyi..
KAU..
Engkau yang menumpahkan titik-titik air dari perut awan dan ia pun kelabu,pucat tak berisi..
Karena hanya Engkaulah yang bisa melukis semua kejadian di semesta raya seperti halnya kedipan mata ini,detak jantung ini,denyut nadi ini,tak dapat ku hitung seberapa
Tuhanku..
Engkau yang maha perkasa telah merancang semuanya dengan begitu sempurna
ampuni aku yang tanpa sadar telah melalaikannya
ampuni aku karena lupa mensyukurinya
peluk hati dan jiwa ini dengan rahmat-Mu
karena KAU,TUHANKU..
Allah ya Rabb..
Engkau yang menghitamkan langit malam itu hingga si kejora pun beringsut sembunyi..
KAU..
Engkau yang menumpahkan titik-titik air dari perut awan dan ia pun kelabu,pucat tak berisi..
Karena hanya Engkaulah yang bisa melukis semua kejadian di semesta raya seperti halnya kedipan mata ini,detak jantung ini,denyut nadi ini,tak dapat ku hitung seberapa
Tuhanku..
Engkau yang maha perkasa telah merancang semuanya dengan begitu sempurna
ampuni aku yang tanpa sadar telah melalaikannya
ampuni aku karena lupa mensyukurinya
peluk hati dan jiwa ini dengan rahmat-Mu
karena KAU,TUHANKU..
Allah ya Rabb..
Langganan:
Postingan (Atom)