Wahai Raja cahaya...
terangilah jalanku
seperti Engkau menghadirkan matahari
untuk bumi di pagi hari...
Wahai Dzat yang mensintesis warna-warna dengan sempurna...
warnailah hariku
seperti Engkau menghadirkan pelangi
untuk bumi selepas hujan...
merahkan semangatku agar berani membela agamaMu,
beri kuning mentariMu di hatiku agar ku merasa hangat,
hijaukan jiwaku agar teduh,tenang dalam kesabaran,
birukan hatiku agar selalu merinduMu...
Wahai pelukis langit yang Agung...
ketika ia biru,jingga bermega atau kelabu menghitam
Engkau tetap Maha sempurna di atas segalanya...
Rabu, 17 September 2008
Minggu, 14 September 2008
PADAMU MATI
Padamu mati...
Hari ini ku dengar kau renggut dua nyawa
Kemarin saudaraku kau bawa pergi
Sahabatku, kekasihku telah kau rengkuh jauh dariku
Padamu mati...
Jauhi aku sepi..
aku sedang belajar mencintai saat ini
Mencintai Tuhanku, mencintai ibuku, mencintai ayahku,
mencintai adikku dan kawan-kawanku...
Padamu mati...
Dihari tiba saat giliranku nanti
pasangkan seulas senyum di wajahku
agar ayahku tak meratap sunyi,
agar ibuku tak menjerit nyeri...
Antarkan aku padaNya dengan penuh kenikmatan rindu
Rindu seorang hamba pada cinta Tuhannya..
Hari ini ku dengar kau renggut dua nyawa
Kemarin saudaraku kau bawa pergi
Sahabatku, kekasihku telah kau rengkuh jauh dariku
Padamu mati...
Jauhi aku sepi..
aku sedang belajar mencintai saat ini
Mencintai Tuhanku, mencintai ibuku, mencintai ayahku,
mencintai adikku dan kawan-kawanku...
Padamu mati...
Dihari tiba saat giliranku nanti
pasangkan seulas senyum di wajahku
agar ayahku tak meratap sunyi,
agar ibuku tak menjerit nyeri...
Antarkan aku padaNya dengan penuh kenikmatan rindu
Rindu seorang hamba pada cinta Tuhannya..
Senin, 08 September 2008
KATA IBUKU
Kata ibuku…
SYAHADAT adalah landasan segala niat
Membangun jiwa yang tegar dan kuat
Menumbuhkan pribadi yang taat
Kata ibuku…
SHALAT itu lezat
Makanan bagi jiwa yang kadang sekarat
Sungguh alangkah nikmat
MenyapaNya dalam tiap rakaat
Kata ibuku…
ZAKAT adalah amanat
Kepada sesama saling memberi manfaat
Tidak bolehlah jika terlambat
Tuk mempererat ukhuwah umat
Kata ibuku…
PUASA itu melebur dosa
Menahan lapar dahaga terbiasa
Tetapi bukan berarti kita mati rasa
Kata ibuku…
Ayo,siapa yang ingin masuk SURGA?
Lalu melantunlah sebuah hadits nabi:
Al jannatu tahta aqdaamil ummahaat…
Bahwasanya SURGA itu ada
Di bawah telapak kaki ibu…
SYAHADAT adalah landasan segala niat
Membangun jiwa yang tegar dan kuat
Menumbuhkan pribadi yang taat
Kata ibuku…
SHALAT itu lezat
Makanan bagi jiwa yang kadang sekarat
Sungguh alangkah nikmat
MenyapaNya dalam tiap rakaat
Kata ibuku…
ZAKAT adalah amanat
Kepada sesama saling memberi manfaat
Tidak bolehlah jika terlambat
Tuk mempererat ukhuwah umat
Kata ibuku…
PUASA itu melebur dosa
Menahan lapar dahaga terbiasa
Tetapi bukan berarti kita mati rasa
Kata ibuku…
Ayo,siapa yang ingin masuk SURGA?
Lalu melantunlah sebuah hadits nabi:
Al jannatu tahta aqdaamil ummahaat…
Bahwasanya SURGA itu ada
Di bawah telapak kaki ibu…
UNGU…
Betapa sulit menerjemahkan kata hati yang mengisyaratkan rasa
Dalam keheningan subuh
Aku jatuh bersama tetes air mata
Kian melarutkan kepedihan dalam do’a-do’a
Di puncak ungunya rasa
Tak pernah terpikirkan olehku
Betapa jauh jalan sepi yang mesti ku tempuh
Setiap langkahnya memberat asa,membeban dosa
Di ujung persimpangan itu
Di puncak ungunya rasa
Tuntun aku kembali ke jalan-Mu ya Robb…
JINGGA
Bahwa ini memang bukan sesuatu yang perlu diartikan
Ketika tatap sorot matamu jatuh tepat di titik pengharapanku
Bahwa biarkanlah ini terjadi seadanya tanpa perlu di ingkari
Ketika diam semakin dalam dan kata-kata tak lagi bisa bicara semestinya
Bahwa sosokmu yang tak lagi bias mengubah hari-hari lalu
Ketika waktu yang lewat satu-satu hanya sepi semata
Tetap jingga warnanya
Bahwa aku tetap jadi akudan kamu adalah kamu
Tanpa harus menyibak nuansa yang ada,itu saja…
Note:A poem by Vincent Wi
Title by Gitaswary
Dalam keheningan subuh
Aku jatuh bersama tetes air mata
Kian melarutkan kepedihan dalam do’a-do’a
Di puncak ungunya rasa
Tak pernah terpikirkan olehku
Betapa jauh jalan sepi yang mesti ku tempuh
Setiap langkahnya memberat asa,membeban dosa
Di ujung persimpangan itu
Di puncak ungunya rasa
Tuntun aku kembali ke jalan-Mu ya Robb…
JINGGA
Bahwa ini memang bukan sesuatu yang perlu diartikan
Ketika tatap sorot matamu jatuh tepat di titik pengharapanku
Bahwa biarkanlah ini terjadi seadanya tanpa perlu di ingkari
Ketika diam semakin dalam dan kata-kata tak lagi bisa bicara semestinya
Bahwa sosokmu yang tak lagi bias mengubah hari-hari lalu
Ketika waktu yang lewat satu-satu hanya sepi semata
Tetap jingga warnanya
Bahwa aku tetap jadi akudan kamu adalah kamu
Tanpa harus menyibak nuansa yang ada,itu saja…
Note:A poem by Vincent Wi
Title by Gitaswary
KISAH LAYANG-LAYANG
Di sebuah tanah lapang
Merah tanahnya, terik mataharinya
Damai jiwa sang bocah
Di samping lengan bapaknya
Tarik ulur dua tangan bapak beranak itu
Memainkan drama layang-layang
Yang tengah terbang di udara
Pegang yang erat,tarik sedikit kuat
Jangan kau hilang kendali
Jika tak ingin layang-layangmu pindah tangan nanti…
Begitu nasihat sang bapak coba kuatkan hati anaknya
Si bocah mengangguk mantap
Selah tak rela kehilangan layang-layangnya
Seperti tak rela pula melepas harapannya…
Note:Pemandangan yang menggugah nurani
Suatu sore di sebuah tanah lapang
Anak laki-laki belajar banyak dari ayahnya
Tentang filosofi hidup yang dapat menggugah
Jiwanya menghadapi tantangan hidupnya kelak.
Merah tanahnya, terik mataharinya
Damai jiwa sang bocah
Di samping lengan bapaknya
Tarik ulur dua tangan bapak beranak itu
Memainkan drama layang-layang
Yang tengah terbang di udara
Pegang yang erat,tarik sedikit kuat
Jangan kau hilang kendali
Jika tak ingin layang-layangmu pindah tangan nanti…
Begitu nasihat sang bapak coba kuatkan hati anaknya
Si bocah mengangguk mantap
Selah tak rela kehilangan layang-layangnya
Seperti tak rela pula melepas harapannya…
Note:Pemandangan yang menggugah nurani
Suatu sore di sebuah tanah lapang
Anak laki-laki belajar banyak dari ayahnya
Tentang filosofi hidup yang dapat menggugah
Jiwanya menghadapi tantangan hidupnya kelak.
Minggu, 07 September 2008
Berpuisi sunyi
Ketahuilah bahwa bukan maksudku
bersahabatkan sunyi dan sepi
hingga mengaliri nadi
puisi, tidak untuk membenci keramaian atau
menjauh dari kebersamaan
akan tetapi dalam sepi dan sunyi
kutemukan hikmah sejati
dari setiap peristiwa yang kualami
ku temukan doa dalam nafas yang kuhela sendiri
betapa kadang suatu hal tak perlu memiliki alasan untuk diungkapkan...
bersahabatkan sunyi dan sepi
hingga mengaliri nadi
puisi, tidak untuk membenci keramaian atau
menjauh dari kebersamaan
akan tetapi dalam sepi dan sunyi
kutemukan hikmah sejati
dari setiap peristiwa yang kualami
ku temukan doa dalam nafas yang kuhela sendiri
betapa kadang suatu hal tak perlu memiliki alasan untuk diungkapkan...
HARMONI JIWA
Untukmu yang membuatku mengerti arti hidup
aku menciptakan harmoni untuk bisa kau lagukan
jika engkau sedang bersedih,
tahukah kau bahwa suka duka adalah anugerah sekaligus ujian
seperti yang pernah kau ajarkan padaku tentang
berpegang teguh pada kata hati
maka pada hari ini,berjalanlah bersamaku
tak usah lagi mengingat alasan
yang dapat melemahkan jiwamu
simpan saja kisah masa lalu
untuk pelajaran di masa depan
setiap kita takkan pernah bisa sempurna...
Note:Dedicated to:Yuli untari,LA TAHZAN Ukhti!
Tetep semangat jalani hidup,karenamu telah
beri kesan mendalam tentang persahabatan
maka "stop crying ur heart out...!"
aku menciptakan harmoni untuk bisa kau lagukan
jika engkau sedang bersedih,
tahukah kau bahwa suka duka adalah anugerah sekaligus ujian
seperti yang pernah kau ajarkan padaku tentang
berpegang teguh pada kata hati
maka pada hari ini,berjalanlah bersamaku
tak usah lagi mengingat alasan
yang dapat melemahkan jiwamu
simpan saja kisah masa lalu
untuk pelajaran di masa depan
setiap kita takkan pernah bisa sempurna...
Note:Dedicated to:Yuli untari,LA TAHZAN Ukhti!
Tetep semangat jalani hidup,karenamu telah
beri kesan mendalam tentang persahabatan
maka "stop crying ur heart out...!"
Langganan:
Postingan (Atom)